0131 Ringkasan Perbedaan Imam Mahdi Sunni - Syiah
Submitted by admin on Sat, 2007-10-20 12:46
Berdasarkan sumber-sumber sahih daripada kedua-dua belah pihak, Sunnah dan Syiah, memang diakui terlalu besar perbedaan antara Syiah dengan Ahlus Sunnah. Berikut adalah antara perbedaan yang amat ketara itu. Syiah yang dijadikan perbandingan ini adalah firkah Syiah Imamiah Isna Asyariyah.
| Syiah Imamiah | Ahlus Sunnah wal Jamaah | |
| Jawatan | Imam Kedua Belas & terakhir bagi Syiah Imamiah. | Wali Qutub & tidak ditentukan sebagai yang kedua belas. |
| Nama | Muhammad bin Al-Hasan Al-Askari. | Muhammad bin Abdullah. |
| Keturunan | Ahlulbait, generasi kedua belas. | Ahlulbait, generasi ke-33. |
| Nama Bapa | Al-Hasan Al-Askari bin Ali Al-Hadi. | Abdullah bin (tidak ditetapkan). |
| Nama Ibu | Narjis Khatun. | Aminah binti (tidak ditetapkan). |
| Keturunan Ibu | Rom / Eropah. | Ajam. |
| Tempat Lahir | Kota Samarra, Iraq. | Wilayah Ajam / Timur. |
| Kuniyat | Abu Qasim. | Abu Abdillah. |
| Bangsa | Arab Quraisy, Alawiyin. | Arab Quraisy + Ajam. |
| Makam | Kota Karbala, Iraq. | Baitulmaqdis, Palestin. |
| Perkahwinan | Belum berkahwin. | Sudah berkahwin. |
| Pemerintahan | Kira-kira seribu tahun. | Kira-kira empat puluh tahun. |
| Pembantu | 4 orang Naib / Bab. | Ikhwan / Abdal / Nujabak / Asoib. |
| Ghaib | Ghaib as-Sughra (ghaib kecil) & Ghaib al-Kubra (ghaib besar). | Masuk ke alam wali & kini adalah Ketua Rijalul Ghaib. |
| Umur | 6 atau 9 tahun. | 40 tahun + |
| Taraf | Maksum, Imam Suci. | Wali Qutub / Sayidul Mujaddidin |
| Pelantikan | Ditunjuk secara khusus. | Ditunjuk secara umum. |
| Aurad / Tarekat | Tiada. | Ada / Wirid Tarekat. |
| Konsep | Ada Raj’ah. | Tiada Raj’ah. |
| Kepercayaan | Rukun iman. | Furuk-furuk kepada rukun iman. |
| Bilangan hadis | Lebih kurang seribu buah. | Tidak sampai seratus. |
Artikel ini adalah bagian dari buku Imam Mahdi : Rahasia Kegemilangan Umat Islam pada Zaman Modern karangan Ustadz Hawari bin Abdul Malik |
- 9596 reads
Ada yang memperluas artikel
Ada yang memperluas artikel ini dengan membandingkannya dengan Imam Mahdi dari Ahmadiyah. Tulisannya dapat dibaca di http://dukeofmerovingian.wordpress.com/2011/05/16/perbedaan-imam-mahdi-d...
AHLUL BAIT DLM AL QURAN
Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.
1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah isteri dari Nabi Ibrahim.
2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.
3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.
Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu hanya ruang lingkup keluarga rumah tangga MUHAMMAD RASULULLAH SAW. Dan jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas, maka ruang lingkup ahlul bait tsb. menjadi:
1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' sudah meninggal terlebih dahulu.
2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.
3. Isteri-isteri beliau.
4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.
Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, ada anak lelaki pula, wah ini masalah pewaris tahta 'ahlul bait' akan semakin seru. Inilah salah satu mukjizat, mengapa Saidina Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai dewasa dan berketurunan. Pasti, perebutan tahta ahlul baitnya dahsyat jadinya.
Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidak mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita nasabkan kepada Bunda Fatimah, ya jika merujuk pada Al Quran tidak bisalah. Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, maka karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya. Jadi tidak sistim nasab itu berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari kembali ke nasab laki-laki.
Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.
Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanyalah bunda Fatimah, sementara anaknya Saidina Hasan dan Husein bukan lagi pewaris dari tahta AHLUL BAIT.
Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait juga. Tutuplah debat masalah Ahlul Bait ini, karena fihak-fihak yang mengklaim mereka keturunan ahlul bait itu sudah tidak ada lagi.
QS. 10.105. "Hadapkanlah muka (jiwa dan raga)mu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik".
salam ya akhi sebenarnya bila
salam ya akhi sebenarnya bila kita ingin mengetahui siapa ahlulbayt sebenarnya,maka kita harus mengintip sedikit pada sejarah dan hadist,sedangkan yang menyatakan bahwa ahlulbayt adalah ashabul kisa(muhammad,ali,fatimah,hasan,dan husain)amatlah banyak danjuga diriwayatkan oleh bukhori dan para perawi lainnya,sedangkan dalam alquran dikatakan bahwasanya andaikan seorang isteri diceraikan maka putuslah segala hubungannya dengan mantan suaminya,dan bila ini terjadi maka ahlulbayt amatlah rentan,karna dapat diganggu gugat oleh permasalahan seperti perceraian,tapi sebagaimana kita ketahui bahwa seorang anak tidak mungkin terputus hubungannya dengan ayahnya atau sang menantu terputus hubungannya dengan besannya,maka dari itu tidak ada kata "mantan anak" atau "mantan menantu"ataupun "mantan cucu" akan tetapi yang ada hanya "MANTAN ISTERI".tapi saya sangat menyukai komentar anda yang halus dan tidak menimbulkan konflik bagi kedua belah pihak.semoga kita semua yang mengaku sebagai umat islam selalu dirahmati olehnya.salam :)
Menyebut Sayidina Hasan &
Menyebut Sayidina Hasan & Husein sebagai bukan ahlul bait nampaknya terlalu jauh panggang dari api.
* Rasulullah SAW pernah menyebut Sayidina Hasan dan Husein sebagai 'putera-putera baginda'.
* Dalam surat Al Ahzab :33 disebut tentang ahlul bait. Dalam hadis yang terkait dengan ayat tersebut disebutkan bahwa Sayidina Hasan dan Husein termasuk dalam ahlul bait. (http://waskita.wordpress.com/2008/04/19/siapakah-ahlul-bait).
Adakah komentar-komentar di
Adakah komentar-komentar di atas merujuk pada hadis-hadis Nabi dan tafsir-tafsir Al Quran yang muktabar? Kalau mau merujuk kesana, jelas ahlulbait adalah istri-istri dan anak-anak nabi beserta seluruh keturunannya (sepakat seluruh ulama dari semua mazhab). Tafsir yang mengatakan Sayidina Hassan dan Husain bukan ahlulbait Rasulullah s.a.w adalah tafsir yang aneh, mungkin karena penulisnya menggunakan pikirannya sendiri. Tafsiran yang begini nilainya bathil dan wajib ditinggalkan. Jika betul ahlulbait hanya sampai Sayidatina Fathimah, maka mustahil Rasulullah s.a.w memanggil Sayidina Ali, Sayidatina Fathimah, Sayidina Hassan dan Sayidina Husain radhiallahu 'anhum ketika Beliau s.a.w mengajak pendeta-pendeta kristen dari Najran untuk bermubahalah.
resah
Berfikir secara silogisme bisa membuat kesimpulan salah. Tulisan diatas pendapat akhirnya silogisme yang salah. Bisa saja saya membuat kesimpulan sendiri juga dong. seperti: Bahwa Alloh sengaja hanya Fatimah r.a. saja yang hidup karena mungkin untuk menghapus kebiasaan nasab orang arab hanya pada garis keturunan lelaki saja. Jadi Alloh ingin menunjukkan bahwa Perempuan pun punya hak waris garis keturunan. Coba pikirkan apakah pendapat saya ini salah atau benar. dengan demikian kita gak boleh gegabah.
Post new comment